Instrumen Pembelajaran Berdiferensiasi
1. CGP sudah mampu mengembangkan diri sendiri dan menjadi
inspirasi bagi orang lain dalam konteks membantu pengembangan
kompetensi guru berdasarkan kebutuhan belajar yang dirumuskan
dari persoalan pembelajaran yang terjadi? Mohon dideskripsikan!
2. CGP sudah sanggup memimpin proses pembelajaran dalam konteks
mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan
lingkungan kelas yang merdeka untuk belajar, sehingga
menumbuhkan kenyamanan belajar untuk seluruh dan setiap murid
yang dikelolanya? Mohon dideskripsikan!
deskripsi
1.Saya melihat bahwa CGP adalah guru yang kreatif dan inovatif yang mampu menciptakan kegiatan pembelajaran dan suasana dalam proses pembelajaran menjadi menyenangkan dengan berbagai cara yang bervariasi dan dapat melibatakan siswa secara langsung.CGP termasuk guru yang tidak pernah puas dengan apa yang disampaikannya kepada peserta didik. CGP berusaha menemukan cara-cara untuk menemukan potensi unik siswanya. Dengan kreatifitas guru bisa memberikan pengajaran yang disenangi peserta didik.Ketika saya mengadakan pendampingan individu,saya melakukan observasi dengan rekan sejawat CGP dan mereka mengatakan bahwa CGP menjadi salah 1 sosok inspiratif bagi rekan lain,misalnya,rekan CGP yang lain terinspirasi menjadi seorang Youtuber juga.CGP juga mau berbagi tips untuk membuat video pembelajaran menarik dan di dalam kelas CGP sering melakukan Ice breaking,dan rekan sejawat terimbas menerapkan ice breaking juga di dalam kelas.
2.Sebagai pemimpin pembelajaran, CGP sudah mampu membangun lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan, membuat rencana-proses belajar mengajar yang berpihak pada murid, melakukan refleksi-evaluasi berkelanjutan. Semuanya sudah berpusat pada murid. Dengan kata lain, sudah menciptakan pembelajaran yang menyenangkan di kelasnya, bersama warga sekolah lainnya menyuguhkan atmosfir sekolah yang aman dan nyaman. Intinya, membuat anak kasmaran belajar. CGP juga sudah mampu melibatkan orang tua sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah. CGP sudah mengembangkan diri yang didasari kesadaran dan kemauan sendiri (self regulated learning). Tidak pernah merasa puas dengan kemampuan yang dimilikinya,selalu terbuka terhadap perubahan dan selalu up-to-date. Setelah selesai dengan dirinya sendiri, CGP juga sudah mengembangkan orang lain (facilitating, coaching, mentoring). Yang dimaksud orang lain di sini adalah warga sekolah, teman-teman sejawat untuk perbaikan kualitas pembelajaran. Berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi, komunitas-komunitas lain untuk pengembangan karir. CGP juga sudah memiliki kematangan moral, emosi, dan spiritual untuk berprilaku sesuai kode etik.
Dalam memimpin manajemen sekolah, CGP juga aktif mewujudkan visi sekolah menjadi budaya belajar yang berpihak pada murid. CGP juga bisa aktif bersama teman-teman sejawat memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid. CGP juga visioner, inovatif, kreatif, reflektif, dan kolaboratif dan memiliki kemampuan leadership dan manajerial yang bagus.
Umpan balik
Kompetensi yang terlihat dari CGP di sekolah adalah CGP mampu mengembangkan diri dan orang lain di mana CGP secara rutin memberikan penyuluhan terhadap rekan guru yang lain dalam mengembangkan SDM para guru di sekolah di samping CGP terlihat sudah melakukan asesmen dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan melihat kesiapan belajar siswa permintaan minat belajar siswa dan juga gaya belajar dari siswa .Segala permasalahan yang dihadapi oleh siswa dilakukan pembinaan secara individu dan berkala. Dalam pengembangan kelas sebagai sistem sosial CGP sudah mampu mengembangkan budaya positif dalam pembelajaran .Hal ini dapat dilihat dari respon siswa yang merasa diperlakukan dengan baik oleh CGP merasa dihargai dan CGP selalu menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan dalam pembelajaran pun sering memberikan ice breaking dan refleksi.
Pertanyaan 2
1.CGP sudah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodir kebutuhan belajar murid yang memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya karena setiap murid-murid mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga tidak bisa diberikan perlakuan yang dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi CGP sudah memikirkan tindakan yang masuk akal yang sudah diambil karena pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda kepada setiap murid maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dan kurang pintar.
2. dalam melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan minat kesiapan dan profil pelajar Pancasila sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi, CGP melakukannya dengan cara melakukan wawancara observasi atau survei menggunakan untuk merencanakan pembelajaran berdiferensiasi juga didasarkan kepada hasil pemetaan seperti memberikan berbagai pilihan baik dari strategi materi maupun cara belajar anak.CGP juga melakukan evaluasi dan refleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.CGP selalu melakukan pemetaan kebutuhan belajar secara akurat agar rencana pembelajaran dan tindakan yang telah dibuat menjadi adapun tiga strategi berdiferensiasi yang sudah dilakukan seperti diferensiasi konten yaitu tentang apa yang kita ajarkan kepada murid yang disesuaikan dengan kesiapan minat dan profil belajar untuk diferensiasi proses yang mengacu bagaimana murid akan memahami memaknai apa yang untuk diferensiasi produk itu ditujukan kepada murid bisa dalam bentuk karangan pidato rekaman diagram atau segala sesuatu yang ada produk yang diberikan nanti dapat meliputi memberikan tantangan atau keragaman atau variasi dan juga memberikan mulut pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.
Umpan balik
Kompetensi yang terlihat dari CGP adalah sudah mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya salah satu filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem among di mana guru harus dapat menuntut murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya dan hal ini sudah dilakukan oleh CGP dalam penerapan pembelajaran seperti salah satu fisik berpenggerak adalah mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar Pancasila untuk mewujudkan visi tersebut caranya yaitu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang didukung dengan penerapan budaya positif.
Pertanyaan 3
1. dalam menciptakan lingkungan belajar yang memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk belajar maksimal dalam rangka mencapai prestasi belajar setinggi-tingginya, CGP melakukannya dengan cara menata ruang kelas belajar seperti menciptakan ruangan kelas yang bersih nyaman dan tertata dengan rapi yang akan mendukung pembelajaran lebih menata ruang kelas juga bukan hanya menjajarkan kursi dan meja dengan teratur melainkan melengkapinya dengan administrasi kelas seperti denah tempat duduk, jadwal pelajaran, struktur kelas dan ditambah lagi dengan beberapa aksesoris di dinding untuk menciptakan ruang kelas yang menyenangkan seperti menempel lukisan hasil siswa atau kalimat positif yang dapat memotivasi belajar siswa.CGP juga merupakan guru yang simpatik dan demokratis yang memungkinkan suasana belajar tercipta secara kondusif Di mana hasil belajar siswa selalu dihargai dan suasana belajarnya juga diciptakan semenakan mungkin yang membuat siswa semangat belajar dan pembelajaran akan lebih untuk menciptakan sekolah yang baik juga dipengaruhi oleh lingkungan luar kelas dan itu semua diperlukan kerjasama baik antara pihak yang bersangkutan mulai dari siswa guru kepala sekolah staf hingga petugas kebersihan.
2. Untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dengan tujuan pembelajaran CGP selalu menganalisis dan mendiagnosis kebutuhan terlebih dahulu seperti kebutuhan siswa, tuntutan masyarakat atau dunia kerja, harapan-harapan dari pemerintah atau sebagai pemangku kebijakan untuk kebutuhan siswa dapat dianalisis dari aspek-aspek perkembangan psikologis siswa, tuntutan masyarakat dan dunia kerja dapat dianalisis dari berbagai kemajuan yang ada di masyarakat dan prediksi-prediksi kemajuan masyarakat di masa yang akan datang, sedangkan harapan pemerintah dapat dianalisis dari kebijakan-kebijakan khusus kebijakan-kebijakan bidang pendidikan yang dikeluarkan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah hasil analisis dari ketiga aspek tersebut lah kemudian didiagnosis untuk disusun menjadi serangkaian kebutuhan sebagai bahan masukan bagi kegiatan pengembangan tujuan.
3. Untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar murid secara berkelanjutan CGP melakukan penilaian yang mencakup minimal tiga dimensi yaitu monitoring atau pemantauan, review atau pemeriksaan ulang, dan evaluasi atau peninjauan atas sebuah desain sebuah proses, pelaksanaannya ,efektifitas program tersebut dan ketercapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, dampak-dampak yang telah terbentuk akibat proses tersebut.
4. Untuk memberikan respon atas kebutuhan belajar masing-masing murid dikerjakan lewat pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan modifikasi kurikulum di mana semua anak bisa belajar dalam satu kelas dengan tingkat kemampuan berbeda-beda titik pendekatan ini dilakukan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas dengan berbagai kemampuan anak yang berbeda dalam kelas tersebut dalam hal ini CGP memodifikasi isi, proses atau cara berpikir dan produk yang harus dikerjakan sebagai evaluasi berdasarkan karakteristik anak, persiapan anak, kesukaan anak, kecerdasan majemuk pemberian instruksi dan pembelajaran atau materi yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kemampuan anak, memperdalam pemahaman dan melibatkan kerja kelompok.CGP juga melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi secara proaktif menemukan dan melakukan perencanaan dengan berbagai cara untuk bisa mengoptimalkan bagaimana murid-muridnya belajar.CGP dapat merencanakan bagaimana murid-murid belajar dengan melakukan pemetaan terlebih dahulu berdasarkan tingkat kesiapan murid minat dan gaya belajar dari setiap murid-muridnya
5. Dalam hal mengelola kelas secara efektif melalui prosedur dan metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas namun tetap terlaksana secara efektif ,CGP melakukannya dengan cara pertama mengelola kelas itu dengan seni dan mengajar itu mengandung sentuhan nilai seni dan keterampilan sehingga tak salah guru dikatakan sebagai seniman pembelajaran seni mengelola kelas meliputi cara dan gaya guru berbicara saat mengajar termasuk di dalamnya gerak-gerik anggota tubuh yang akan dapat menarik perhatian siswa saat menerima pelajaran. Intonasi dan nada guru sewaktu bicara juga dapat menentukan kejelasan materi yang disampaikan oleh guru . Kedua mengelola kelas itu dengan memerlukan perencanaan di mana CGP sudah memperkirakan segala kemungkinan yang akan terjadi selama pembelajaran berlangsung yaitu sudah disesuaikan dengan skenario pembelajaran dari menit awal hingga menit akhir jadi kemungkinan gangguan dari perilaku siswa yang menyimpang sudah diantisipasi oleh guru sehingga waktu tidak habis untuk memarahi dan menegur siswa.Ketiga mengelola kelas adalah mengatasi masalah belajar yaitu dengan memusatkan segenap perhatiannya kepada proses pembelajaran agar tterjadi pembelajaran yang efektif dan keempat yaitu menciptakan suasana kelas supaya lebih "FUN" . Hal ini CGP lakukan dengan memberikan suasana kelas yang menyenangkan dengan cara memberikan ASI breaking untuk dapat mengelola kelas yang akan mudah dikondusifkan dan tidak membuat siswa menjadi bosan dalam belajar, kemudian membuat perencanaan pembelajaran memperkirakan apa-apa saja masalah yang akan terjadi dalam kelas.CGP juga selalu mempersiapkan kondisi ruangan yang kelas yang nyaman dan yang terakhir selalu melaksanakan kesepakatan kelas untuk lebih mendisiplinkan siswa saat belajar .Dalam hal ini CGP sering membuat reward dan punishment berdasarkan kesepakatan.
Umpan balik
Dari pengamatan yang telah dilakukan bahwa CGP sudah melakukan pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa yang memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga tidak dapat diberikan perlakuan yang sama.Dalam hal ini CGP sudah memikirkan tindakan yang masuk akal yang sudah diambil karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dan kurang pintar di mana ciri-ciri karakteristik pembelajaran yang sudah dilakukan seperti lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar, kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas terdapat penilaian berkelanjutan dan guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid dan manajemen kelas sudah efektif.
Pertanyaan 4
Dalam hal mempertimbangkan keragaman bakat dan minat murid dalam rancangan pembelajaran ,CGP sudah melakukan pembelajaran berdiferensiasi yang tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran tetapi juga fokus pada proses dan konten atau materi. Metode ini sudah diterapkan oleh CGP kepada mata pelajaran di SMA Dharma Bakti Lubuk Pakam. Sebagai contoh CGP pernah memberikan mata pelajaran kimia dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi seperti menugaskan siswa untuk memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar untuk membuat struktur molekul hidrokarbon. Tugas ini secara tidak langsung dapat mengarahkan siswa yang berpotensi dan belajar sesuai dengan minatnya. Pembelajaran diferensiasi yang dilakukan oleh CGP berfokus pada tiga hal yaitu diferensiasi konten atau materi di mana siswa punya kebebasan untuk menentukan sumber daya alam yang ada di sekitarnya untuk diolah menjadi struktur hidrokarbon misalnya di mana guru akan memberikan LKPD untuk dikerjakan siswa. Kemudian diferensiasi proses di mana guru memberikan siswa kebebasan untuk mengekspresikan tugasnya dapat dengan membuat kelompok ataupun individu. Untuk diferensiasi produk dalam hal ini siswa diperkenankan untuk memilih sendiri produk yang dihasilkan sesuai dengan kemampuannya masing-masing namun tetap dengan acuan penilaian yang seragam.
Umpan balik
Melalui pembelajaran berintereferensiasi yang dilakukan oleh CGP sudah dapat menumbuhkan sikap toleransi yang muncul dengan pemberian keleluasaan bagi siswa untuk mengembangkan potensinya di mana CGP tidak pernah membatasi bahan dasar, proses, produk yang dihasilkan siswa tetapi juga tidak membebaskan semuanya sehingga pembelajaran terkesan ambyar. CGP tetap mengontrol pembelajaran dengan memberikan isian lkpd bagi semua siswa.dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi siswa menjadi lebih aktif ketika belajar siswa mengalami langsung apa yang sedang mereka pelajari dan juga akan lebih sering berinteraksi dengan orang tua dan mengevaluasi apa yang sudah mereka pelajari bersama CGP.
Pertanyaan 5
Cara CGP mengembangkan pembelajaran yang mengakomodasi perbedaan bakat dan minat murid sehingga memungkinkan mereka dapat memilih cara yang beragam dalam mengekspresikan respon belajar berdasarkan profil belajar kas masing-masing misalnya visual auditori atau kinestetik yaitu seperti di dalam kelas cgv ada siswa yang memiliki gaya belajar auditori tetapi ada siswa yang memiliki gaya belajar visual kayak belajar auditori merupakan gaya belajar di mana Siswa lebih mudah menerima materi dengan indra pendengaran, misalnya guru menjelaskan dengan metode atau ceramah untuk gaya belajar visual yaitu gaya belajar di mana Siswa lebih mudah menerima materi dengan indra penglihatan contohnya ketika guru menjelaskan materi dengan menampilkan sebuah gambar yang berkaitan dengan materi tersebut misalnya gambar tersebut ditampilkan dalam sebuah slide PowerPoint. Untuk gaya belajar kinestetik gaya belajar di mana Siswa lebih mudah memahami materi melalui gerakan dan sentuhan contohnya ketika siswa akan lebih mudah memahami materi apabila siswa tersebut terjun langsung ke lapangan misalnya materi tentang zat kimia siswa akan lebih mudah memahami zat kimia dengan langsung terjun ke dalam laboratorium dengan melihat sendiri produk atau zat yang ada di dalam lab tersebut.
Umpan balik
CGP sudah mampu mengombinasikan berbagai model dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran.Seperti media pembelajaran yang sudah dikemas dalam file PowerPoint yang berisikan gambar atau video melalui gambar yang dimasukkan dalam file power point tersebut siswa yang kaya belajarnya visual akan lebih mudah menerima materi dari guru sedangkan video dapat membantu yang gaya belajarnya kinestetik dalam menerima materi dari guru video tersebut juga sudah disesuaikan dengan materi yang sebisa mungkin video tersebut merupakan video contoh riil dari materi yang sudah disampaikan.
Pertanyaan 6
CGP sudah menerapkan teknik diagram Frayer yang menuntut seseorang untuk mendefinisikan kosakata atau terminologi yang menjadi target dan menerapkan pemahamannya dengan mengidentifikasi apa yang merupakan contoh dan bukan contoh, memberi ciri dan atau mendeskripsikan arti kata tersebut. Informasi ini ditempatkan pada bagan yang dibagi menjadi 4 bagian untuk memberikan representasi.
Umpan balik
Pembuatan DIAGRAM FRAYER yang sudah dibuat oleh CGP yang merupakan diagram yang dibuat dengan tujuan untuk mempermudah penyampaian sebuah informasi berupa kosakata yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa sehingga lebih mudah menganalisis semua kosakata dan juga mampu membantu siswa berpikir tentang makna kata baru atau konsep baru dengan mengaktifkan pengetahuan mereka berdasarkan kata kunci atau pengetahuan sebelumnya sudah cukup berhasil.CGP menganggap bahwa diagram ini dapat memperkaya kosakata yang dimiliki oleh siswa karena membahas definisi yang berkaitan dengan topik atau tema yang sedang dibahas dan juga digunakan untuk melihat pemahaman siswa terhadap sebuah masalah yang sedang dibahas kemudian diagram ini juga dapat mengajak siswa untuk menganalisis permasalahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya analisis terhadap permasalahan yang sedang dibahas.
Dalam hal ini pembuatan diagram juga sudah disesuaikan sesuai kebutuhan belajar murid yang dikaitkan dengan pembelajaran diferensiasi baik itu konten proses dan juga produk.
Pertanyaan 7
CGP mengekspresikan pengalaman belajar dari rancangan pembelajaran teman sejawat sehingga mendapatkan masukan untuk mengembangkan rancangan pembelajaran yang mempertimbangkan kesiapan bakat, minat profil dan gaya belajar murid sehingga memberikan ruang bagi terjadinya keragaman proses dan produk belajar menurut yang bervariasi yaitu dengan saling bertukar pikiran dengan sesama rekan CGP pada saat lokakarya berlangsung. Selain itu juga sesama CGP memupuk solidaritasnya dengan cara membentuk ruang zoom bersama lewat media sosial untuk membahas tentang segala kejadian yang ada di sekolah masing-masing menceritakan bagaimana melaksanakan kesiapan bakat minat profil anak. Dengan metode curhat sesama rekan cgv mampu mengekspresikan pengalaman belajarnya menjadi lebih baik karena sudah memperoleh dari berbagai sumber.
Umpan balik
Dengan adanya kolaborasi antar sesama CGP memungkinkan akan menciptakan proses pembelajaran yang lebih baik karena setiap harinya tanpa disadari setiap guru dihadapkan oleh keberagaman yang banyak sekali bentuknya yang secara terus-menerus menghadapi tantangan yang beragam dan kerap kali harus melakukan dan memutuskan banyak hal dalam satu waktu. Keterampilan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru karena begitu naturalnya hal ini terjadi di dalam kelas dan betapa terbiasanya guru menghadapi tantangan ini. Dan kesemuanya itu berbagai usaha yang mereka lakukan tentu saja tujuannya adalah untuk memastikan setiap murid di kelas mereka sukses dalam proses pembelajarannya. Pertanyaan 8
CGP sudah mengembangkan desain pembelajaran yang komprehensif.Pertama dari segi rencana pembelajaran atau RPP sudah dimuat dalam rangkaian pembelajaran berdiferensiasi, RPP sudah dibuat dengan memperhatikan analisis kesiapan ,minat ,bakat , dan gaya belajar anak. Materi ajarnya juga sudah dibuat atau dikemas dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu penerapan diferensiasi konten dengan cara memberikan materi kepada siswa sesuai dengan kemampuannya masing-masing, dituangkan dalam bentuk materi dengan mempertimbangkan gaya belajar auditori visual dan juga kinestetik. Untuk diferensiasi proses CGP membebaskan kepada siswa untuk mengerjakan tugas boleh secara individu ataupun kelompok.Untuk diferensiasi produk CGP mengekspresikannya dengan cara membebaskan siswa untuk mengumpulkan hasil karyanya sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Lembar kerja murid juga sudah berdiferensiasi nampak dari step-step pembelajaran atau model pembelajaran yang diberikan sudah bisa mewakili seluruh gaya belajar anak. Dan untuk media atau alat peraga dalam pembelajaran yang sudah diterapkan oleh CGP juga sudah mencakup kesiapan minat dan juga gaya belajar anak, seperti membuat media PowerPoint yang dikemas dengan teks gambar dan juga video.
Umpan balik
Pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh cgv bukanlah hal yang mudah.Dimana CGP harus dapat menyiapkan beberapa materi dan instrumen penilaian sekaligus. Misalnya menggunakan diferensiasi konten berarti guru harus menyiapkan materi lebih dari satu sama halnya dengan diferensiasi proses dan produk berarti harus ada lebih dari satu media pembelajaran dan alat penilaian. Namun hal tersebut akan menguntungkan anak untuk memaksimalkan potensi mereka terlebih lagi untuk anak berkebutuhan khusus yang pembelajarannya berbeda dengan siswa lain.
Pertanyaan 9
CGP dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi sudah cukup baik. CGP sudah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan serangkaian keputusan masuk akal yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah terkait dengan bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.CGP juga sudah melakukan penilaian berkelanjutan bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan atau sebaliknya murid mana yang sudah lebih dahulu mencapai tujuan belajar yang sudah ditetapkan. Selanjutnya yaitu bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya yaitu bagaimana ia menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar dari murid tersebut misalnya apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda. Dan yang terakhir yaitu CGP sudah mampu manajemen kelas yang efektif bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas namun juga strukturnya yang jelas sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda kelas tetap dapat berjalan secara efektif.CGP juga telah menerapkan pembelajaran ini karena CGP mengetahui bahwa murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugasnya yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya atau kesiapan belajar. Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan dan hasrat dalam diri seorang murid, dan jika tugas itu diberikan untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang mau bekerja dengan cara yang mereka sukai.
Umpan balik
CGP sudah berusaha mewujudkan peran guru penggerak yaitu mewujudkan kepemimpinan murid yaitu membantu para murid untuk mandiri dalam belajar, mampu memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah . agar kepemimpinan murid ini dapat tercapai perlu diterapkan pembelajaran diferensiasi untuk mengakomodir kebutuhan belajar individu yang berbeda.Jika kebutuhan belajar murid terpenuhi maka pembelajaran tersebut memunculkan motivasi murid yang termotivasi belajar akan mampu mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga visi dan misi sekolah terwujud, dan murid-muridnya juga memiliki profil belajar Pancasila juga akan terwujud. Penanaman profil pelajar Pancasila nantinya akan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran diferensiasi yang diterapkan di kelas yang akan secara maksimal dapat diterapkan di sekolah maupun di kelas jika didukung dengan penerapan budaya.
Pertanyaan 10
Untuk kemampuan CGP dalam membuat perencanaan pembelajaran berdiferensiasi yang mencakup analisis terhadap kebutuhan belajar murid dan strategi untuk berdiferensiasi konten proses dan diferensiasi produk sudah cukup baik.Hal ini dibuktikan dengan adanya RPP yang sudah dibuat memuat tiga jenis diferensiasi. Selanjutnya untuk pembelajaran peer teaching sesuai pembelajaran yang sudah dikembangkan juga sudah dapat dilaksanakan dengan baik. Terlihat dari hasil wawancara yang dilakukan murid memberikan respon yang positif terhadap kinerja dari CGP. Respon dari teman sejawat juga memberikan respon yang positif, karena CGP memberikan dampak yang positif buat rekan kerja yang lain termotivasi bagaimana cara mengaktifkan murid dalam belajar misalnya dengan penerapan ice breaking, selalu membuat kesepakatan belajar, selalu menyuarakan budaya positif, hal inilah yang dapat menjadi suatu kebiasaan yang akan memberi dampak untuk seluruh warga sekolah CGP.
Umpan balik
Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi yang sudah dilakukan oleh CGP sudah memberikan hasil yang positif.RPP yang sudah dimuat sudah dikerjakan di dalam kelas dan tentunya CGP berkomitmen untuk selalu mengupgrade diri menjadi lebih baik.CGP bersama rekan sejawat juga sudah memulai melaksanakan segala kebiasaan-kebiasaan yang diharapkan kurikulum merdeka belajar yang berlaku saat ini.
Pertanyaan 11
Cara CGP mengelaborasi pemahamannya tentang pembelajaran berdiferensiasi yaitu dengan cara bertukar pikiran dengan sesama rekan guru dan juga komunitas praktisi.Komunitas praktisi yang sudah dibentuk oleh CGP dijadikan sebagai wadah untuk saling bertukar pikiran tentang problema yang dihadapi bersama dalam pembelajaran sehingga dari tukar pikiran yang dilakukan sesama rekan guru bisa menemukan pembelajaran berdiferensiasi seperti apa yang cocok dilakukan dalam satu materi untuk menyikapi permasalahan yang ada.
Dalam hal pengetahuan dan keterampilan CGP tentunya sudah meningkat dalam merencanakan mengimplementasikan dan merefleksikan pembelajaran berdiferensiasi yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid untuk meraih hasil belajar optimalnya. Hal ini bisa dibuktikan dari observasi yang dilakukan oleh pengajar praktik di sekolah respon murid memberikan hasil yang positif yaitu mereka merasa pembelajaran kimia sangat menyenangkan. Padahal pembelajaran Kimia merupakan pembelajaran eksak yang kurang disukai oleh murid. Namun dengan diterapkan pembelajaran diferensiasi segala permasalahan tersebut bisa teratasi dengan optimal.
Dalam hal mendokumentasikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan sudah sangat baik terbukti dari channel YouTube yang dibuat oleh CGP sudah cukup mengedukatif banyak orang. Terbukti dari jumlah subscriber CGP yang meningkat selama pendidikan guru penggerak.Hal ini dapat tercapai ketika video pembelajaran yang diunggah dalam channel YouTube yang dilakukan oleh CGP dibagikan ke berbagai media sosial sehingga dapat bermanfaat secara langsung kepada seluruh orang yang melihat video pembelajaran tersebut.
Umpan balik
CGP sudah menunjukkan pemahaman yang sangat baik dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi .CGP sudah mampu berbagi pengalaman dengan rekan sejawat pendamping, selama kegiatan peer teaching. CGP sudah menjadikan seluruh aktivitas yang sudah dipelajari selama pendidikan menjadi kebiasaan yang positif di dalam lingkungan tempat CGP mengajar.
CGP juga sudah sangat baik dalam mengekspresikan hasil pendidikan guru penggerak dalam bentuk foto atau video dengan cukup menarik.
Komentar
Posting Komentar