Indikator Alami Asam Basa, Menggunakan Ekstrak Tumbuh-Tumbuhan

Daun SHISO Tumbuhan Jepang bisa digunakan sebagai Indikator Alami 


Perilla frutescens var. crispa, juga dikenal dengan nama Jepang shiso, adalah sebuah kultigen dari Perilla frutescens, sebuah tumbuhan dalam keluarga Lamiaceae. Tumbuhan tersebut berasal dari daerah pegunungan Tiongkok dan India, namun kini ditemukan di seluruh dunia. Bagian-bagian berbeda dari tumbuhan tersebut dipakai dalam hidangan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Indikator alami asam basa yang dapat memberikan warna tertentu. Indikator adalah suatu senyawa kompleks yang dapat memberikan reaksinya dengan senyawa asam basa. Penggunaan senyawa untuk mengetahui jenis suatu larutan.

Bahkan untuk mengetahui nilai pH dari suatu larutan. Secara umum penggunaan indikator dengan mencampurkan larutannya. Kemudian melakukan tes dengan larutan indikator. Perubahan warna yang terjadi tersebut sesuai dengan kisaran warna dari pH indikator.

Sesuai dengan namanya indikator ini terdapat di alam. Bahkan pada beberapa bahan yang terdapat di sekitar lingkungan. Sehingga akan lebih mudah membuatnya atau memanfaatkannya. Terlebih untuk dapat mengekstrak bahan alami tersebut.

Seperti halnya dengan indikator buatan. Maka indikator alami juga mengubah warna larutan yang meneteskannya. Dengan beberapa contohnya bahan alami yang bisa digunakan. Untuk melakukan pengujian keasaman atau kebasaan larutan.

Tumbuh-tumbuhan atau jenis tanaman dapat menjadikannya sebagai sebagai indikator alami. Seperti halnya kol ungu, kulit manggis, bunga sepatu, dan bunga bougenville. Selain itu bunga pacar air, dan juga kunyit.

Syarat dapat atau tidaknya suatu tanaman yang menjadikan sebagai indikator alami asam basa. Dengan terjadinya perubahan warna. Apabila mengekstraknya dengan tetesan pada larutan asam maupun basa.

Tak sedikit tumbuhan yang mempunyai kandungan zat kimia. Zat tersebut berasal dari famili antosianin dengan warna yang alami. Memiliki warna merah pada larutan asam, sedangkan biru pada larutan basa.

Kemudian, antosianin bisa diekstrak memakai air maupun pelarut lainnya. Tentunya dari banyaknya tumbuhan berwarna maupun bagian tumbuhan. Termasuk daun, bunga, berry, dan batang. Ekstraksi antosianin juga berasal dari tanaman rumah tangga. terutama pada kubis merah.

Contoh Indikator Alami

Sebagai contoh indikator alami asam basa dengan menggunakan kulit manggis. Pada warna Daun Shisho dalam kondisi netral adalah ungu. Kemudian membagi ekstrak daun SHISO menjadi dua. Masing-masing mendapatkan tetesan dari larutan asam dan larutan basa.Suatu larutan dapat diketahui sifatnya dengan menggunakan indikator alam yaitu daun SHISO. Dimana suatu larutan jika ditetesi larutan daun SHISO jika berwarna merah menunjukkan asam dan jika berwarna hijau menunjukkan basa dan jika tidak mengalami perubahan warna atau tetap berwarna coklat berarti netralPembuatan Indikator Alami

Pembuatan indikator alami asam basa dapat dilakukan dengan mudah. Secara umum pembuatannya dengan menggunakan beberapa ekstrak bahan alami. Kemudian mencampurkannya dalam air

Sehingga akan dapat membentuk larutan. Berikut ini ada beberapa bahan yang dapat menjadikan sebagai indikator alam

Pembuatan Indikator Alami 

Dengan mengambil beberapa helai daun SHISO lalu ditumbuk dalam lumpang dengan sedikit air kemudian saring ekstrak tersebut.

Ambil daun yang masih segar secukupnya dan menghaluskannya. Kemudian saringlah.Apabila tidak digunakan dapat menyimpannya dalam lemari es. Indikator alami asam basa yang terdapat di lingkungan sekitar. Sehingga akan lebih mudah membuatnya atau memanfaatkannya.

Tonton Hasil Pengamatan nya di link berikut

https://youtu.be/qZ5HMr6ErMc








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kromatografi gas

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah