1.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar

 

  1. apa pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara?

Ki Hajar Dewantara menganggap pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia. Pendidikan mesti disandarkan pada penciptaan jiwa merdeka, cakap dan berguna bagi masyarakat. Kemerdekaan itu menjadi tujuan pelaksanaan pendidikan,dimana bahan-bahan pengajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan hidup rakyat. KHD juga berpendapat bahwa pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai paksaan. Seperti dianjurkan Ki Hajar Dewantara, haruslah kita memilih mana yang baik untuk menambah kemuliaan hidup dan mana kebudayaan luar yang akan merusak jiwa rakyat Indonesia dengan selalu mengingat: semua kemajuan di lapangan ilmu pengetahuan harus terorientasikan dalam pembangunan martabat bangsa. KHD juga mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus, akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi. Seorang pendidik yang baik, kata Ki Hajar Dewantara, harus tahu bagaimana cara mengajar, memahami karakter peserta didik dan mengerti tujuan pengajaran. Agar dapat mewujudkan hasil didikan yang mempunyai pengetahuan yang mumpuni secara intelektual maupun budi pekerti serta semangat membangun bangsa.

Pendidikan yang menghamba pada anak  menekankan pada minat, kebutuhan dan kemampuan individu, menjanjikan model belajar yang menggali motivasi intrinsik untuk membangun masyarakat yang suka dan selalu belajar. Model belajar ini sekaligus dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan masyarakat seperti kreativitas, kepemimpinan, rasa percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, kekritisan dalam berpikir, kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim, keahlian teknis, serta wawasan global untuk dapat selalu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan.

 

Pengalaman baru yang saya dapatkan yaitu bagaimana menerapkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang berhamba pada anak yang sangat sesuai dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak atau dikenal dengan Student Centered Learning (SCL) di kelas dimana, siswa diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinisiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya. Dalam batas-batas tertentu siswa dapat memilih sendiri apa yang akan dipelajarinya.

 

 

  1. apa kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?

Yang menjadi kekuatan saya adalah statemen dari KHD yang berbunyi  pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa.Artinya , saya sebagai guru tidak perlu terlalu menekan anak supaya punya intelktual yang baik tapi yang utama adalah berbudi pekerti yang baik, karena biasanya watak akan sejalan dengan perkembangan intelektual. Tak ada guna jika anak hanya menang dalam hal nilai kognitif saja tapi nilai sikap juga sangat dibutuhkan melebihi kognitif sendiri atau dengan kata lain, ilmu harus berfungsi sebagai pelengkap sempurnanya mutu pendidikan dan pembangunan karakter kebangsaan yang kuat.

  1. apa hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?

Yang perlu saya ubah adalah bagaimana cara saya mampu menyelipkan penanaman nilai karakter di sela –sela pembelajaran. Pembelajaran yang tidak selalu menuntun siswa agar sempurna dalam hal nilai saja, tapi berusaha menjadi motivator budi pekerti penyempurna kognitif itu. Selain itu sudah seharusnya saya memuat kandungan pendidikan dan pengajaran memuat nilai-nilai kebangsaan. Contohnya ketika mengajar, seharusnya saya sekali-kali memberi atau membagi cerita untuk perjuangan pahlawan, atau memutar film perjuangan. Manusia di Indonesia juga sebenarnya  menyadari tanggungjawabnya untuk melakukan apa yang diketahuinya sebagai kebenaran dan ekspersi kebenaran itu terlihat melalui tutur kata, sikap, dan perbuatannya terhadap lingkungan alam, dirinya sendiri dan sesamanya manusia. Untuk itulah , saya sebagai guru harus mampu membangun budi pekerti baik untuk siswa saya.

Selain itu, saya akan mencoba mengidentifikasi kebutuhan atau gaya belajar masing-masing anak agar dapat melayani dengan maksimal kebutuhan belajarnya.

  1. apa perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara?

Pertama, menciptakan  lingkungan belajar yang mendukung berpikir kritis dan pemecahan masalah untuk anak. Misalnya dengan menerapkan model pembelajaran K13 seperti Problem based learning, Inquiry,Discovery karena saya yakin anak akan mampu berfikir kritis lewat tahapan model model pembelajaran itu.Apalagi tahapan itu memuat unsur kolaborasi yaitu gotong royong, yang membantu siswa mampu menjadi pelajar yang merdeka sesuai profil Pancasila.

Kedua, melalui Tindakan nyata seperti mengajak anak sesekali untuk bimbingan konseling pribadi untuk menilik kehidupan dan kebutuhan belajar anak.

Ketiga, menjalin komuniasi dengan rekan guru lain, kepala sekolah, dan terutama orang tua siswa, karena keluarga adalah tempat pertama karakter itu terbentuk.

Keempat, menerapkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang berhamba pada anak yang sangat sesuai dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak atau dikenal dengan Student Centered Learning (SCL) di kelas. Siswa diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinisiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya. Dalam batas-batas tertentu siswa dapat memilih sendiri apa yang akan dipelajarinya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kromatografi gas

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah