1.2.a.3. Mulai dari diri - Nilai dan Peran Guru Penggerak

Tujuan Pembelajaran Khusus

  1. CGP dapat mengidentifikasi nilai-nilai diri sendiri, yang selama ini melekat dalam pribadinya.
  2. CGP dapat menjelaskan peran dirinya sebagai seorang Guru di dalam lingkungan sekolahnya masing-masing


Selamat datang Bapak/Ibu CGP di Pembelajaran pertama dalam Modul 1.2 ini!


Pada kesempatan ini, pembelajaran akan dimulai dengan membuat diagram trapesium usia dan menjawab beberapa pertanyaan mengenai diri Anda. Agar Anda mendapatkan manfaat yang maksimal dari kegiatan ini, hal yang perlu diperhatikan ketika menjawab pertanyaan nanti adalah kejujuran Anda dalam memberikan jawaban. Tidak mengapa jika memang tidak ada atau Anda tidak tahu. Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Apa yang menjadi pertanyaan hanyalah upaya untuk membantu menggali pengalaman serta nilai diri Anda. Silakan jawab sejujurnya, dan jangan sampai terlewat. Ambil waktu khusus agar Anda dapat mengerjakan ini dengan tenang.

Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat dirasakan dan mungkin masih dapat memengaruhi diri Anda di masa sekarang?

Jawab

Karena momen di masa sekolah adalah momen dimana kita dibentuk dan ditempa menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena sekolah merupakan wadah kedua tempat pendidikan setelah keluarga di sekolah banyak momen-momen berharga tempat kita belajar dari pengalaman mungkin ada hal yang positif ataupun negatif. Mungkin momen yang negatif contohnya adalah ketika berbuat kesalahan Nah dari kesalahan itu kita belajar memperbaiki kesalahan agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Dan tentunya pengalaman itu adalah pengalaman berharga untuk mengenali diri akan setiap kekurangan yang ada. Di sekolah juga memberikan kesempatan untuk kita bisa bertemu dengan banyak orang dengan berbagai karakter yang memungkinkan kita untuk bisa saling memahami pribadi yang satu dengan pribadi yang lain apalagi di saat masa kerja .Dengan adanya pengalaman mengenali karakter teman-teman di masa sekolah, dengan jumlah teman yang banyak dan telah didapatkan karakter yang banyak pula sehingga ketika di lingkungan kerja nantinya dan yang sudah dirasakan saat ini tidak terkejut lagi ketika bertemu dengan karakter orang yang sama kita sudah pandai menyikapi karakter tersebut. Hal inilah yang menjadikan saya jauh lebih gampang memahami setiap karakter yang ada di lingkungan pekerjaan saya saya sudah lebih pandai memahami karakter atasan contohnya sehingga bisa ada kolaborasi antara atasan dan bawahan dengan baik karena adanya pengertian. Apalagi masa sekolah tentulah dialami oleh murid-murid saya sekarang ini tentulah apa yang saya rasakan di masa sekolah akan dirasakan juga oleh anak didik saya sekarang ini tentunya saya harus sudah lebih bisa memahami apa yang mereka rasakan apa yang mereka butuhkan karena moment pernah sama-sama jadi siswa sehingga guru dan siswa bisa saling pengertian.

2.    Menurut Anda, apa saja peran dari seorang Guru jika dikaitkan dengan trapesium usia?

Jawaban

Menurut saya peran dari guru jika dikaitkan dengan trapesium usia adalah guru lebih mampu memberikan gambaran masa depan terbaik untuk anak Karena lewat pengalaman pribadinya dia dapat membagikan hal-hal positif kepada murid-murid dapat memetakan bakat ,minat,dan kemampuannya mau diarahkan ke mana sehingga lewat pengalaman dari seorang guru itu murid bisa membuat target masa depan dan belajar dari kegagalan yang dirasakan oleh gurunya. Sehingga harapan jika guru bisa mendapatkan hal yang baik dengan pengalaman yang guru punya anak jauh bisa mendapatkan hal yang jauh lebih baik yang pernah didapatkan oleh gurunya sendiri artinya ada perbaikan masa depan.

 

 

3.    Buatlah 1-2 kalimat yang dapat menggambarkan nilai-nilai yang Anda percayai sebagai seorang Guru, menggunakan kata-kata berikut: Guru, Murid, Belajar, Makna.

Jawab

Guru bagaikan kompas yang bisa menunjukkan arah ke mana siswa akan melangkah demi masa depannya.

Guru bagaikan cahaya di dalam kegelapan yang memberikan kebahagiaan kepada siswanya lewat kompetensinya baik dalam hal kreativitas inovatif dan juga pribadinya.

Guru sebagai tokoh pemberi pembelajaran bermakna yang berupaya melibatkan para siswa dalam aktif, konstruktif, pembelajaran disengaja, otentik, dan kooperatif dengan cara menciptakan iklim pembelajaran di kelas yang memungkinkan terjadinya pembelajaran bermakna, sepertiTerimalah peserta didik apa adanya.

1.      Kenali dan bina peserta didik melalui penemuannya terhadap diri sendiri.

2.      Usahakan sumber belajar yang mungkin dapat diperoleh peserta didik untuk dapat memlilh dan menggunakannya.

3.      Gunakan pendekatan iquiry-discovery.

4.      Tekankan pentingnya pendekatan diri sendiri dan biarkan peserta didik mengambil tanggung jawab sendiri untuk memenuhi tujuan belajarnya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kromatografi gas

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah