1.2.a.6. Refleksi Terbimbing - Nilai dan Peran Guru Penggerak

 *1.Apa saja nilai diri saya? (yang terdapat pada bagian mulai dari diri)*

Nilai diri saya itu adalah guru yang sudah selalu update dengan perkembangan perkembangan pembelajaran artinya saya sudah mencoba mengaplikasikan nilai guru penggerak inovatif di mana saya menciptakan model pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang tidak monoton lewat nilai inovatif saya lebih mampu memperoleh media media pembelajaran apa yang cocok diterapkan untuk tiap-tiap materi di dalam kelas. Selain itu nilai yang sudah saya punya adalah kreatif contohnya adalah saya mampu membuat video pembelajaran yang lebih menarik dimana sebelumnya saya lebih sering membuat atau membagikan video pembelajaran selama dari menggunakan video orang lain Nah sekarang saya sudah lebih mampu dan kreatif untuk secara mandiri membuat video pembelajaran lewat aplikasi kinemaster contohnya.

*2.Apa yang saya rasakan setelah mengetahui nilai dari Guru Penggerak? Jelaskan!*

Yang saya rasakan setelah mengetahui nilai dari guru penggerak adalah ternyata tanpa kita sadari bahwa kita sudah berperan sebagai guru yang memiliki nilai-nilai yang dimaksud dalam pembelajaran seperti kreatif inovatif reflektif kolaboratif dan berpihak atau berpusat kepada murid. Namun masih belum sepenuhnya terlaksana dengan sempurna . Di situ juga saya belajar bahwa ketika kita telah mengetahui nilai-nilai yang diharapkan dari seorang guru penggerak itu haruslah diaplikasikan sebagai peran. Salah satu contohnya adalah menjadi di coach,buat rekan sejawat. Dalam hal ini guru penggerak harus berperan sebagai pelatih kepada guru-guru yang memang butuh akan perkembangan pendidikan contohnya. Di mana guru juga harus mampu berkolaborasi dengan teman-teman rekan guru untuk menyelesaikan misalnya problema pembelajaran di kelas nah diharapkan dari kolaboratif yang dilakukan dengan teman-teman sesama pengajar seorang guru bisa menemukan ide-ide kreatif saling memberikan pendapat sehingga bisa memberikan ide baru yang terbentuknya inovatif terhadap guru-guru itu sendiri. Artinya ketika kita melakukan kolaborasi tanpa kita sadari juga kita bisa menjadi guru inovatif karena pastilah ketika kita berkolaborasi ada tukar pikiran pendapat mungkin ide-ide pemikiran dari rekan kerja yang lain akan menjadi sebuah hal yang bisa membangun diri kita juga di dalam pendidikan. Atau dengan kata lain penyempurnaan dari hal apa yang kita ketahui. Nah di situ juga kita belajar tentang reflektif Nah mungkin ini adalah hal yang paling jarang dikerjakan sebagai seorang guru.dimana kita sangat jarang sekali melakukan refleksi diri misalnya kepada rekan yang lain untuk menilai bagaimana kekurangan dan kelebihan metode pengajaran kita padahal ternyata reflektif itu sangat diperlukan dalam perbaikan pembelajaran. Satu hal lagi yaitu nilai yang berpihak kepada murid. Hal ini mungkin sudah sering saya lakukan di pembelajaran di mana saya menjadikan anak murid saya sebagai tutor sebaya bagi murid-murid saya ya yang memiliki keterbatasan dalam hal kognitif. Diharapkan lewat tutor sebaya anak-anak jauh lebih gampang menyerap ilmu apa yang kita maksud dari pada kita menyampaikannya langsung kepada siswa itu sendiri mungkin lewat pengaruh teman akan lebih besar dampaknya terhadap siswa siswi atau murid yang memiliki keterbatasan. Oleh karena itu saya belajar bahwa ternyata nilai-nilai yang sudah kita pelajari itu haruslah memang dikerjakan dan disempurnakan sebaik mungkin untuk terbentuknya merdeka belajar.

*3.Apa saja nilai diri Guru Penggerak yang sudah saya miliki sekarang?*

 Jika ditanya apa saja yang sudah dimiliki sekarang yaitu bagian inovatif . Hal ini terbukti ketika saya mencoba strategi baru dalam pengajaran anak-anak misalnya menyelipkan games terhadap pembelajaran. Di dalam game tersebut saya menyelipkan pembelajaran dengan model discovery learning artinya anak sekalian bermain game sekalian juga membentuk konsep pengetahuan pembelajarannya sendiri artinya diharapkan lewat kegiatan itu atau lewat strategi itu kita bisa mendapatkan 2 hal sekaligus.

Nilai lainnya yang sudah saya kerjakan yaitu  kreatif. Di waktu belakangan ini saya mencoba mengaktifkan anak-anak untuk lebih kreatif contohnya yaitu dengan daur ulang sampah menjadi sebuah benda yang memiliki nilai ekonomi yang bagus.

*4.Diantara nilai-nilai yang sudah saya pelajari, nilai apa yang saya rasa perlu saya kuatkan? jelaskan!*

Menurut saya nilai yang paling perlu saya kuatkan adalah bagian inovatif. Karena inovatif berhubungan dengan penemuan ide-ide baru sudah seharusnya seorang guru itu mampu menemukan ide-ide baru tentang pembelajaran untuk mempermudah siswa memahami materi yang diajarkan yang bisa saja dilakukan dengan cara tetap update terhadap pengetahuan pengetahuan baru strategi mengajar yang asik model pembelajaran yang baru dan semua itu bisa diperoleh lewat perkembangan media sosial contohnya Facebook dan YouTube.

*5.Apa yang saya rasakan setelah mengetahui peran dari seorang Guru Penggerak?

*Tentunya hal yang saya rasakan adalah saya semakin sadar akan keterbatasan yang saya miliki saya sadar akan kekurangan saya sebagai seorang guru di mana nilai-nilai yang diharapkan dalam calon guru penggerak itu haruslah diseimbangkan tidak boleh unggul salah satu harusnya kreatif inovatif kolaborasi efektif dan berpusat pada siswa itu dalam pelaksanaannya harus seimbang tidak timpang.

*6.Apa yang bisa saya lakukan (khusus untuk diri saya) untuk menguatkan peran dan nilai Guru Penggerak?*

Adapun yang bisa dilakukan untuk menguatkan peran dari nilai guru penggerak adalah mulai dari diri yang contohnya kita harus terbuka. Artinya kita harus melek terhadap segala perkembangan yang ada saat ini. Kita harus tahu apa yang menjadi kebutuhan saat ini jadi kita belajar dan mengajar sesuai dengan kodrat zaman

*7.Apa yang akan menghambat saya dalam memperkuat peran dan nilai Guru Penggerak dalam diri saya?*

*Yang menghambat saya dalam memperkuat peran dan nilai guru penggerak dalam diri saya adalah ketika anak-anak sulit diajak untuk berinovasi dengan alasan masa pandemi ini yang nmmemberatkan nya untuk melakukan tugas tambahan di rumah

*Kedua ketika saya mencoba berkolaborasi dan mempengaruhi teman saya untuk mengikuti guru penggerak alhasil, mengingat tugas guru penggerak yang lumayan banyak membuat saya tidak mampu untuk mempengaruhi mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kromatografi gas

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah